DPRD Jabar Pastikan BLT BBM Disalurkan Tepat Sasaran

HomeIwan Suryawan

DPRD Jabar Pastikan BLT BBM Disalurkan Tepat Sasaran

DPRD Jabar bersama Pemprov Jabar menganggarkan sekitar Rp 103 miliar untuk penanganan inflasi dan bantuan tunai langsung (BLT) sebagai dampak kenaikan harga BBM. DPRD Jabar pun meminta bantuan tersebut disalurkan tepat sasaran kepada rakyat yang benar-benar terdampak secara ekonomi dan membutuhkan.

Anggota DPRD Jabar, H. Iwan Suryawan, S.Sos., mengatakan bantuan inilah yang menjadi salah satu fokus penting dalam Rapat Paripurna perihal Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2022, di Ruang Sidang DPRD Jabar, Senin (19/9/2022).

“Ini berbarengan dengan waktu kenaikan BBM sehingga dalam perubahan APBD itu disepakati bahwa harus dialokasikan anggaran untuk penanganan masalah dan dampak kenaikan harga BBM untuk masyarakat. Jadi anggarannya harus juga kita alokasikan. Alhamdulillah, walaupun belum besar tetapi langkah-langkah dan program akan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan,” kata Iwan di Bandung, Selasa (20/9).

Iwan melanjutkan, bantuan ini akan juga akan diselaraskan dengan program dari pusat

“Memang tidak besar, karena nanti akan berbarengan dengan program yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” kata Iwan yang berasal dari daerah pemilihan Kota Bogor ini.

Hal yang harus dicermati, kata Iwan, adalah pemetaan penyaluran bantuan. Sehingga jangan sampai ada yang tumpang tindih atau penerima ganda bantuan atau pemberiannya salah sasaran.

“Yang kita sepakati adalah pemberian kepada para nelayan karena dia berhubungan dengan kenaikan BBM. Kemudian untuk para pengemudi angkot misalnya, ojek yang juga perlu mendapatkan perhatian, juga di dalamnya ada petani, peternak, dan sektor-sektor yang langsung berhubungan dengan harga BBM yang naik. Termasuk UMKM,” katanya.

Iwan mengatakan bantuan ini menggambarkan keberpihakan dan empati DPRD Jabar terhadap masyarakat yang merasakan dampak kenaikan harga BBM. Selanjutnya, DPRD Jabar akan tetus mengawasi penyalurannya supaya sampai kepada warga yang membutuhkannya.

“Jangan sampai seperti BLT saat Covid-19 yang banyak tumpang tindih. Oleh karena itu dari mulai pendataan sampai implementasi kita evaluasi nantinya. Harus lebih baik dari yang kemarin-kemarin,” tutur Iwan.

Hits: 4

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0