Bogor — Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor pada Rabu (21/5), guna melakukan pendalaman terhadap potensi dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran.
Rapat ini difokuskan pada beberapa agenda penting, antara lain: pendalaman sumber PAD sektor perparkiran tahun berjalan dan tahun sebelumnya, evaluasi titik-titik parkir yang dikelola oleh Dishub (baik on street maupun off street), serta analisa kendala, potensi kebocoran, dan strategi peningkatan PAD dari sektor ini. Komisi II juga menyoroti titik-titik parkir yang memiliki potensi besar sebagai sumber PAD, dengan mengacu pada target dan realisasi tahun anggaran 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor, M. Dody Hikmawan, mengungkapkan bahwa potensi usaha parkir susun di Kota Bogor cukup menjanjikan, khususnya di kawasan strategis seperti sekitar Alun-Alun, pusat perbelanjaan, dan area bisnis.
“Peningkatan jumlah kendaraan dan terbatasnya lahan parkir menjadi peluang bisnis yang menarik. Investasi dalam pembangunan parkir susun tidak hanya meningkatkan PAD, tapi juga membantu mengurangi kemacetan dan parkir liar,” ungkap Dody.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta pihak swasta dalam pengembangan sektor ini, dengan dukungan Pemerintah Daerah dalam bentuk kemudahan perizinan dan regulasi yang menjamin proses bisnis berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Komisi II DPRD berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan stakeholder terkait, sektor perparkiran dapat dioptimalkan sebagai sumber PAD yang lebih signifikan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi ketertiban dan kenyamanan warga Kota Bogor.
Views: 10

COMMENTS