KOTA BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Bubulak. Dari hasil pantauan di lapangan, masih terlihat genangan air di area terminal saat hujan turun, khususnya di jalan masuk yang menjadi akses utama kendaraan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat pembangunan terminal telah menelan anggaran kurang lebih Rp11 miliar. Namun, hasil pembangunan dinilai belum optimal karena sistem drainase belum berfungsi dengan baik.
“Seharusnya area akses utama terminal bebas dari genangan, karena ini vital bagi mobilitas kendaraan. Kami minta pihak ketiga segera memperbaiki saluran pembuangan air,” tegas Abdul Rosyid.
Ia mengingatkan, bila persoalan saluran air ini dibiarkan, maka genangan yang terus terjadi berpotensi merusak struktur jalan dan fasilitas terminal. Hal tersebut dikhawatirkan akan membuat bangunan terminal cepat rapuh dan rusak kembali.
Selain itu, Rosyid juga menekankan pentingnya pengawasan dari dinas terkait agar proses pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan. “Pekerjaan infrastruktur harus benar-benar diawasi, jangan sampai masyarakat yang akhirnya dirugikan,” tambahnya.
Komisi III DPRD memastikan akan terus mengawal perbaikan agar Terminal Bubulak benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan tidak kembali menimbulkan masalah. Mereka berharap pihak kontraktor segera merespons keluhan ini dengan tindakan nyata sebelum musim hujan berlangsung lebih intens.
Views: 13

COMMENTS