Kasus keracunan makanan yang berasal dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, Tanah Sareal, mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kota Bogor. Dipimpin oleh para anggotanya, Komisi IV bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan BPOM Kota Bogor mendatangi langsung lokasi dapur untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menemukan sejumlah catatan penting terkait kebersihan dan kelayakan dapur, termasuk adanya lalat yang hinggap di makanan dan kondisi ruang pengemasan yang kurang bersih.
Anggota Komisi IV, Endah Purwanti, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan peringatan serius bagi semua pihak. Ia menilai peristiwa ini sudah dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), mengingat hampir 10 persen dari penerima manfaat mengalami keracunan dan jumlah korban terus bertambah berdasarkan laporan terbaru dari Dinkes.
“Kami dari DPRD Kota Bogor tetap mendukung program MBG karena manfaatnya sangat besar. Namun, kejadian ini jadi alarm keras agar pengawasan dan kualitas penyajian makanan ditingkatkan secara signifikan,” ujar Endah dengan tegas.
Ia juga meminta agar pihak yayasan menunjukkan empati kepada para korban dengan memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
“Ini bukan soal mencari siapa yang salah, tapi bagaimana semua pihak bisa lebih bertanggung jawab dan melakukan perbaikan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kualitas penyajian dan pengiriman makanan harus lebih baik ke depan,” tambahnya.
Endah juga menyampaikan bahwa DPRD menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinkes dan akan menindaklanjutinya dalam rapat terpadu bersama Pemerintah Kota Bogor pada Minggu (11/5/2025).
Dengan pendekatan yang solutif, Endah Purwanti berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua stakeholder dalam mendukung program pemerintah pusat agar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa menimbulkan risiko baru.
Views: 19

COMMENTS