“Tidak fokus yang bermasalah saja. Anak-anak yang tak bermasalah perlu juga dibina mentalnya. Jangan menunggu bermasalah terus dibina dan disediakan anggaran pembinaan,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
Politikus yang dikenal aktif dalam isu-isu sosial dan pendidikan ini menekankan bahwa seluruh anak muda, baik yang memiliki masalah maupun yang tidak, berhak mendapat perhatian dan pendampingan. Ia menilai, pembinaan yang menyeluruh justru dapat mencegah munculnya potensi masalah di kemudian hari.
“Tetapi hendaknya anak-anak semua dibina kondisi fisik mentalnya, sehingga menjadi anak-anak yang terarah, yang taat aturan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muaz berharap pemerintah kota melalui instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan maupun Dinas Pemuda dan Olahraga, dapat mengalokasikan program dan anggaran yang tidak semata-mata berbasis pada reaksi terhadap kasus, melainkan lebih pada upaya pencegahan dan pembangunan karakter.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan harus mencakup aspek mental dan spiritual yang dapat membentuk karakter anak muda agar memiliki arah hidup yang jelas, berdisiplin, dan bertanggung jawab.
Langkah ini, menurutnya, bukan hanya bagian dari investasi sosial, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun masa depan generasi penerus yang lebih baik.13:35
Views: 8

COMMENTS